Font Size

SCREEN

Profile

Layout

Direction

Menu Style

Cpanel

Mahasiswa STIEAD Kunjungi Kemenkeu

Hampir dari semua aktfitas belajar di Institusi pendidikan, baik sekolah maupun perguruan tinggi, libur semester nampaknya menjadi yang paling dinanti oleh para peserta didik. Wajar, selama 6 bulan atau satu semester, siswa atau mahasiswa disibukkan dengan kuliah, belajar, dan tugas serta ujian tentunya. Maka, hari libur menjadi hari-hari yang sangat sayang untuk dilewatkan begitu saja.

Namun demikian,berbeda dengan para pengurus dan anggota Ikatan Mahasiswa Akuntansi STIE Ahmad Dahlan Jakarta (IMAKSI STIEAD) yang justru memilih untuk melakukan Company Visit di hari pertama libur semester pada Senin (24/7/2017). Tak tanggung-tanggung, himpunan mahasiswa jurusan yang diketuai Adit Setyadi ini, menyambangi kantor Ibu Sri Mulyani yaitu Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Alhamdulillah, kita diterima untuk melakukan kunjungan ke Kemenkeu, terimakasih. Semoga melalui kegiatan ini dapat menambah pengetahuan kami semua selaku pengurus dan anggota IMAKSI STIEAD. Bukan hanya tentang Kemenkeu secara kelembagaan barangkali, tapi juga paham tentang bagaimana keuangan Negara ini dikelola,” ujar Adit.

Disambut Anang Rohmawan selaku Kepala Bagian Manajemen Sistem Informasi dan Edukasi Publik, Ia mengaku sangat senang atas kedatangan mahasiswa akuntansi STIEAD.

“Terimakasih kehadirannya di Kemenkeu untuk sama-sama belajar bagaimana mengelola keuangan Negara. Jadi hari ini, barangkali selama ini hanya tahu dari koran, televisi, dari jauh, dari website, namun hari ini benar-benar bertemu dengan para pengelolanya (dibaca: pegawai Kemenkeu),” ujarnya saat diwawancarai sesuai acara kunjungan (24/07/2017).

Sebagai mahasiswa ekonomi, tentu satu hal yang wajib untuk mengetahui segala macam yang berkenaan dengan perekonomian salah satunya pengelolaan keuangan Negara. Anang berharap melalui kegiatan ini mampu menambah pengetahuan mahasiswa yang selama ini hanya didapat di bangku kuliah.

“Harapan kami teman-teman akan lebih mendekatkan diri, pengetahuan yang didapat di bangku kelas dengan yang diperoleh dari pengalaman hari ini selama kunjungan, dan kita mudah-mudahan tidak berhenti sampai disini, teman-teman nanti dapat mempelajari lebih jauh sehingga nanti mengerti Negara mengelola keuangannya, Negara berusaha memberikan yang terbaik buat masyarakatnya,” ungkapnya.

Selain itu, Ia juga berharap mahasiswa mampu berpartisipasi aktif dalam memberikan pencerahankepada masyarakat agar menjalankan kewajibannya sebagai warga Negara terutama berkenaan dengan membayar pajak. Menurutnya  kebutuhan Indonesia akan pengelolaan keuangan Negara sangat tinggi guna membiayai pembangunan nasional. Oleh karenanya, diharapkan mahasiswa sebagai kaum akademis dapat memberikan pemahaman terhadap masyarakat.

“Ke depan teman-teman tentu menjadi bagian dari masyarakat yang sudah tercerahkan tentang bagaimana mengelola keuangan Negara secara lebih baik, mudah-mudahan nanti bisa berpartisipasi. Kalau sudah bekerja, kalau sudah punya gaji, taat bayar pajak, kalau jadi pengusaha juga taat, kemudian juga berpartisipasi aktif mendorong masyarakat karena luar biasa kebutuhan kita untuk pengelolaan keuangan Negara luar biasa tinggi dalam rangka pembangunan ini,” imbuhnya.

Dalam hal penerimaan pajak, Indonesia memang masih bergelut dengan permasalahan penerimaan pajak yang tidak sesuai dengan proyeksi . Hal ini diakui Anang yang mengatakan Indonesia selama ini mengalami mengalami shortfall, kekurangan penerimaan pajak.

Berdasarkan hal tersebut, diakhir, Ia kembali menegaskan agar mahasiswa haxrus aktif memberikan pemahaman kepada masyarakat. “Jadi, harapan kami teman-teman juga aktif di masyarakat dalam rangka memberikan pemahaman bagaimana tentang keuangan Negara dilakukan,” pungkasnya. (SPRM)

DIREKTORI KHUSUS