Font Size

SCREEN

Profile

Layout

Direction

Menu Style

Cpanel

⁠⁠⁠Ujian Terbuka Promosi Doktor Ketua STIEAD

⁠⁠⁠Tepat pada hari kamis (2 Maret 2017), Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar Ujian Terbuka Promosi Doktor pada Program Doktor Ilmu Ekonomi Pascasarjana Universitas Sebelas Maret. Dalam hal ini Mukhaer Pakkanna (Ketua STIE Ahmad Dahlan) yang memaparkan hasil disertasinya degan tema “Penguatan Ekonomi Perempuan Pedesaan Melalui LKM Semi Formal”.

Mukhaer memaparkan dalam pemberdayaan  perempuan selalu dikaitkan dengan 3 (tiga) aspek, yakni enabling (pemberian ruang/kesempatan), empowering (penguatan potensi), dan advocation (pemihakan). Dalam penelitian yang dilakukannya di Koperasi Wanita (Kopwan) yang terletak pada Kabupaten Tangerang, Banten, menemukan bukti bahwa pemberdayaan bisa bekerja dengan efektif.

Pembangunan infrastruktur ekonomi pedesaan sebagai basis kekuatan penguatan ekonomi perempuan perlu dibangun seperti lembaga keuangan mikro (LKM) semi formal. Sehingga ada ruang dalan mengakses kemudahan secara financial bagi mereka dalam pemberdayaan dan kewirausahaan.

Terutama jika lembaga LKM semi-formal seperti koperasi, mampu menjangkau ke masyarakat paling miskin di setiap perdesaan. Dengan dukungan sumber daya manusia (pengelola, staf, dan petugas lapang) yang handal, terlatih, dan kompeten, sejatinya harus digerakkan secara simultan. "Dengan demikian, LKM tersebut bisa mewujudkan fungsinya sesuai amanat UU No 1 Tahun 2013 tentang LKM," tutur beliau.

Dalam kajian ini, Mukhaer melakukan penelitian, pada tiga LKM di kabupaten Tangerang dengan 3 kategori wilayah desa, yakni pesisir/nelayan, desa sekitar kawasan industri/perumahan, dan desa pertanian. Dalam penelitian tersebut, ternyata tergambar LKM memiliki kekhasan sosiologis berupa norma dan budaya. Selain itu juga faktor eksternal seperti geografis, demografi dan alam juga berpengaruh. Karakter ibu rumah tangga di wilayah pesisir/nelayan misalnya, kehidupannya banyak diliputi oleh ketidakpastian kondisi alam dan sering tidak bersahabat tentu membentuk karakter yang membedakan dengan wilayah lainnya.

Dalam penelitian ini menemukan bukti, kemandirian keuangan LKM semi formal tidak otomatis mampu meningkatkan kesejahteraan anggota jika tingkat pinjaman, pendapatan dan pengeluaran anggota sangat kecil. "Dengan demikian, secara teoritik pengembangan LKM semi formal ke depan perlu mempertimbangkan kedua aspek secara simultan apalagi ada bukti bahwa perempuan anggota LKM semi formal ke depan perlu mempertimbangkan kedua aspek secara simultan apalagi ada bukti bahwa perempuan anggota LKM semi formal memiliki kekhasan dan modal sosial," ucap mukhaer.

Sumber: ROL (Republika Online) & STIEAD

DIREKTORI KHUSUS